Kuusap-usap lagi mataku. Kakiku sudah kesemutan dari tadi. Desahan panjang nafasku menyertai gerak jariku menggulir tombol scroll tetikus. Kugeser layar sampai ke dasar dokumen. Gila! Masih ada ratusan line lagi yang harus kuperiksa.
Sudah hampir setengah tiga pagi. Sempat kutertegun sejenak, tadi sore rasanya aku melihat ada beberapa sachet Nescafe. Tak perlu waktu lama untuk menemukannya, karena tersembul keluar dari rak dekat kompor. Air matang yang panas hanya butuh waktu kurang dari lima menit. *era kompor gas, coy!* :-D
Pelan-pelan kuaduk seduhan Nescfe yang masih -sangat- panas. Sembari melirik jam dinding, memastikan masih belum pukul tiga. Aku masih punya sekitar dua puluh menit. Lamat-lamat telingaku mendengar suara rintik hujan....*Perfecto!*
Lewat jendela kaca kupandangi halaman luar. Mio-ku masih di luar. Dengan memperhatikannya, aku dapat memastikan seberapa deras hujan yang turun. Tampaknya masih ada "toleransi" alias menyegerakan untuk berangkat sekarang.
Tanpa sengaja kuteguk Nescafe. Lha, kok sudah hangat?? Subhanalloh...! Nuwun sanget, Gusti. ^_^ Segera kukemasi barang-barangku, turn off the PC. Kali ini kukenakan sarung tangan dan kaos kaki. Tidak lupa kupluk North Face. Aku gak mau menggigil kedinginan saat berkendara nanti.
Sesaat hendak menyalakan mesin motor, bayangan dirimu melintas.... *miss U*
No comments:
Post a Comment