i can't help but love you. you don't understand the pain your putting me through. do you even care. do you even love me. do you...?
'coz it's hard to completely stop loving you after so much time as been invested. it hurts to just give it all up. :-(
Saturday, November 19, 2011
Thursday, November 17, 2011
#2
tiada satu pun di dunia ini yang dapat mengalihkan perasaanku padamu. namun nyatanya kamu bukan milikku dan satu-satunya yang dapat kulakukan adalah terus melangkah.
saat ini bisa dibilang otakku menyuruhku untuk berhenti, namun tidak dengan hatiku. I am patiently waiting for the best things to happen in my life. :-)
bahkan kalaupun satu-satunya cara kita bisa bersama hanyalah dalam mimpi, maka aku akan tidur selamanya sehingga aku akan selalu bersamamu dan takkan pernah kehilanganmu. 3
saat ini bisa dibilang otakku menyuruhku untuk berhenti, namun tidak dengan hatiku. I am patiently waiting for the best things to happen in my life. :-)
bahkan kalaupun satu-satunya cara kita bisa bersama hanyalah dalam mimpi, maka aku akan tidur selamanya sehingga aku akan selalu bersamamu dan takkan pernah kehilanganmu. 3
Wednesday, November 16, 2011
#1
ternyata akulah penyebab kenapa kepalaku sakit...karena berusaha MERAIH seseorang yang benar-benar tidak mau "diraih". I get it now.
bisa jadi aku lelah untuk berusaha menempatkan dimana diriku seharusnya berada dalam hidupmu, kalau kamu menginginkan dia meraih miliknya, ....aku benar-benar lelah. Ku tak bisa melakukannya lagi. Awalnya, aku berpura-pura tidak peduli namun yang kuinginkan adalah mendengar suaramu...Mendengarkan suara yang membuatku sekarat. Pastinya...aku butuh kamu.
Merindukan saat-saat ngobrol berjam-jam namun sekarang nyatanya sulit mengharapkannya.
Kuterbangun di pagi hari bukan karena mengingat mimpi semalam, namun sesuatu memberitahuku bahwa aku memimpikanku karena ada senyum di wajahku dan airmata di mataku.
Kamu pernah bilang "merindukanku". Ternyata aku tidak tahu kalau "rindu" ternyata ada batas kadaluarsanya. 3
bisa jadi aku lelah untuk berusaha menempatkan dimana diriku seharusnya berada dalam hidupmu, kalau kamu menginginkan dia meraih miliknya, ....aku benar-benar lelah. Ku tak bisa melakukannya lagi. Awalnya, aku berpura-pura tidak peduli namun yang kuinginkan adalah mendengar suaramu...Mendengarkan suara yang membuatku sekarat. Pastinya...aku butuh kamu.
Merindukan saat-saat ngobrol berjam-jam namun sekarang nyatanya sulit mengharapkannya.
Kuterbangun di pagi hari bukan karena mengingat mimpi semalam, namun sesuatu memberitahuku bahwa aku memimpikanku karena ada senyum di wajahku dan airmata di mataku.
You taught me how to love, you taught me how to trust, you taught me how to believe. The only thing you didn't teach me was how to live without you...X
Kamu pernah bilang "merindukanku". Ternyata aku tidak tahu kalau "rindu" ternyata ada batas kadaluarsanya. 3
Saturday, November 12, 2011
Shopping
Tempat wajib bagi para pelajar, mahasiswa,…dan kutu buku. Kalo mau membayangkan ya bayangin aja Pasar Pahing ato Pasar Bandar, tapi isinya bukan baju & sembako lo…,melainkan buku. Ya, book only.
Taman Pintar
Ini dia, yang namanya Taman Pintar. Jadi jujugan ga cuma anak-anak kecil plus ortu mereka, tapi para pelajar dari berbagai daerah. Waktu yang terbatas hanya mengijinkan aku buat take picture only.
An Hasty Decision
Semoga dia tidak benar-benar mengganti nomornya. Kutekan tombol cepat yang memang sengaja kuatur di ponselku. Tutt…tutt….ah, masih aktif!
Tapi aku merutuk, kenapa tidak kemarin-kemarin. Hhhhh…!!
And the conversation went as usual. The longing of her in my mind, I expressed. What her did to her account, that I want an explanation. “I deactivated it,” she reply briefly. Speechless for 2-3 seconds, what is goin’ here, I asked myself.
Don’t she know I always miss her?
Tapi aku merutuk, kenapa tidak kemarin-kemarin. Hhhhh…!!
And the conversation went as usual. The longing of her in my mind, I expressed. What her did to her account, that I want an explanation. “I deactivated it,” she reply briefly. Speechless for 2-3 seconds, what is goin’ here, I asked myself.
Don’t she know I always miss her?
Friday, November 11, 2011
Sapa bilang?!?
Wajarlah kalo sekarang benda ini sudah “punah” di bumi Kediri. Mengingat ponsel sudah bukan barang tertier, dan sudah menjadi lifestyle tiap orang. Kok benda ini, wartel aja juga sudah banyak yang tutup.
Tapi apa yang kutemui di pinggiran kota gudeg, benar-benar membuat langkahku terhenti.
Tapi apa yang kutemui di pinggiran kota gudeg, benar-benar membuat langkahku terhenti.
Monday, November 7, 2011
a-n-e-h
Aneh. Kenapa aku (harus) menghadiri pertemuan di balai desa? Surat undangan tidak ada. Tapi tulisan yang ada di secarik kertas yang kupegang juga tidak salah. Tertera namaku disana. Ada juga nama orang-orang yang kukenal. Kalau saja aku punya nomor hape mereka, sudah tentu kuhubungi. Menanyakan apakah mereka sebelumnya mendapat undangan atau idem seperti aku.
Oke, aku akan datang dan menanyakan langsung ke panitia undangan. Berharap ada kekeliruan pada namaku disana. Karena kalau ternyata (memang) namaku benar adanya di daftar undangan,…aku tidak tahu harus bagaimana.
Friday, November 4, 2011
Hujan
Melek di rutinitas “baru”….eh, malah hujan.
Benar-benar… “hujan” lagi.
Mestinya aku senang, mengingat keputusan beberapa bulan yang lalu adalah sebuah keputusan bulat. Bukan sebuah keputusan yang diambil karena faktor situasi saat itu semata. At least, that’ll not includes me to why-me-people. :-D
Iseng-iseng kuketik kata hujan di Google. Kupersempit bidang pencariannya. Aku hanya bisa mesem melihat hasil yang terpampang di layar.
Sedikit yang membahas hujan itu sendiri, yang banyak malah “hujan” yang mereka alami.
Well... I’m in!
Benar-benar… “hujan” lagi.
Mestinya aku senang, mengingat keputusan beberapa bulan yang lalu adalah sebuah keputusan bulat. Bukan sebuah keputusan yang diambil karena faktor situasi saat itu semata. At least, that’ll not includes me to why-me-people. :-D
Iseng-iseng kuketik kata hujan di Google. Kupersempit bidang pencariannya. Aku hanya bisa mesem melihat hasil yang terpampang di layar.
Sedikit yang membahas hujan itu sendiri, yang banyak malah “hujan” yang mereka alami.
Well... I’m in!
“Stop right there. Try to get out from stream. Exhausting is no good for our health. I’d to that if I were you.”
trapped
“your unregretfulness definitely brings pain and I’m suffering coz of it, for sure…why don’t you kill me instead?”
Aku ingat pernah membaca apdet status tersebut dari akun fesbuk seorang teman lama. Sekilas, memang tampak biasa saja. Karena memang kencenderungan “lebay” jadi hal yang bisa di-lumrah-kan kala kita berfesbuk ria.
Nothing special at that time. Even when I decided to ask the thread starter. Yang punya status cuma tersenyum getir.
“Yang terakhir tu serius, dab?”, tanyaku.
“Apa yang kamu rasakan kalau kamu, merasa harus menata ulang kusen pintu yang sama sementara kamu bukan tukang bikin rumah?”, dia balik bertanya.
Thursday, November 3, 2011
sendiri (lagi),,,
sendiri lagi,
mestinya aku tidak mengharapkanmu,
ketika dunia berputar.
kau meninggalkanku,
seakan terjatuh dari pohon,
ke tanah yang keras dan kesepian.
kau telah menemukan hati yang baru,
dan membuatku patah hati.
bagaimana aku bisa memperkirakannya?
kau telah berubah menjadi seperti casanova bergigi uang
sekarang yang ada hanyalah perselisihan
dan hidupku menjadi tak berarti...
betapa aku merindukan ranumnya bibirmu, dekapanmu, desah nafasmu,
kuharap engkau tahu...aku hanyalah orang bodoh bagimu!!!
sendiri lagi...seperti dulu.
mestinya aku tidak mengharapkanmu,
ketika dunia berputar.
kau meninggalkanku,
seakan terjatuh dari pohon,
ke tanah yang keras dan kesepian.
kau telah menemukan hati yang baru,
dan membuatku patah hati.
bagaimana aku bisa memperkirakannya?
kau telah berubah menjadi seperti casanova bergigi uang
sekarang yang ada hanyalah perselisihan
dan hidupku menjadi tak berarti...
betapa aku merindukan ranumnya bibirmu, dekapanmu, desah nafasmu,
kuharap engkau tahu...aku hanyalah orang bodoh bagimu!!!
sendiri lagi...seperti dulu.
Subscribe to:
Posts (Atom)


