Dari skripsi, majalah, tabloid, novel, apa ajah deh ada disini. Komik-komik jaman masih sekolah dulu juga ada.
Dengan harga yang lumayan miring (tentunya kita musti berbekal bargaining skill), tidak heran tempat ini selalu ramai. Kalo aku strateginya gini, kalo ada buku ato apa yang dicari. Pergi ke Gramed dulu, catet judul, penyusun, cetakan, n kode buku. Baru pergi ke sini.
Seringnya saat kita datang, kita selalu disapa oleh setiap penjual yang ada disini “Mari Mas/mBak, silakan…cari buku apa?”, “Monggo, cari skripsi, buku, Mas/mBak?” lan sapanunggalane.
Dari pintu masuk utama, ni gambar di sisi kiri kita
Sementara ini gambar di sisi kanan kita.
Kalo mau terus, naik tangga ke lantai atas juga bisa. Sayang, ga sempat naik. Mepet waktunya.
![]() |
| Sepanjang sisi selatan dari pintu utama |
![]() |
| Lorong paling selatan. Di belakangku ada warung mestinya. Lupa deh. :-P |
Dulu shopping tidak seperti ini. Tempatnya juga tidak bertingkat. Cuma lapak-lapak seperti pasar tradisional. Pertama kali aku kesini, terakhir itu juga aku melihat shopping model lama. Karena beberapa bulan kemudian sudah disulap jadi seperti ini.
Kali ini pun, di belakang tangga utama sepertinya ada food court dan arena ketangkasan (arked). Dulu belum ada.
Well, udah pukul 12.
Ndang ke halte Trans!





No comments:
Post a Comment