masih termenung. and turning on PC wouldn't help either. padahal kalau jari-jemariku bisa bicara, sudah pasti mereka pada berteriak-teriak marah.
beberapa clip kerjaan, editing, several docs and articles, malah dua terjemahan (baru dikirim) terasa berat untuk dilanjutkan.
sudah lama aku tidak mengalaminya. saat itu, bisa dibilang very bad thing I've done.
terlalu bodoh untuk mengingatnya,
terlalu ceroboh untuk meremehkannya,
dan terlalu telat untuk menyesalinya.
bodoh, karena sudah enam bulan lebih, waktu yang lumayan lama untuk tidak mem'backup data-data penting;
ceroboh, karena tidak memeriksa dua kali isi tasku;
dan telat, karena sudah lewat dari tiga hari untuk "mendiskusikan"nya.
...
...
Ya. Benda kecil yang selalu kubawa entah raib kemana. Tertinggal/jatuh di suatu tempat atau terselip entah dimana di dalam rumah.
Butuh beberapa hari untuk "merelakan" kepergiannya, and it seem I need few days more to re-establish my mood.
Ehm ya, bisa jadi dia lebih "tangguh" daripada aku kalau bicara soal kecerobohan.
Well, let's see the bright side then.
Aku (masih) ingat senyummnya. Maniiiss sekali... :-D
No comments:
Post a Comment