akhir pekan yang kuharapkan,
setelah semalaman "nostalgia" dengan teman-teman dari Doobutsen. absen setahun lebih, jangan harap bisa nangkring di urutan teratas :-D
alarm yang berisik, membangunkanku dari mimpi. mimpi yang cukup mengganggu. aku seolah merasa harus marah. sedikit-sedikit marah. apapun alasannya.
Sudah setengah satu siang. kulihat juga ada pesan masuk. "py dab sido gk?" dan "Halo pak. Hd n memori udh ready. Bisa dilihat sekarang."
Duh, tambah mumet aku. Kupikir harddisknya masih agak lama datangnya. kalau kuambil sekarang, berarti besok harus berpuas diri seharian mengutak-atik pe-er. padahal malam minggu ini sengaja kukorbankan untuk bepergian besok. Segera aku berbenah untuk "meladeni" pesan yang pertama.
Berhenti di traffic-light miliran, mataku tertuju pada becak yang melaju berlawanan arah denganku. di joknya tertulis "Naik Becak Bikin Jalan Bebas Polusi".
kreatifitas orang-orang sini memang tiada matinya. :-)
Seperti biasa, aku ambil rute melewati UIN. tapi tampaknya aku lupa, kalau ini adalah kota pelajar. ya, kota pelajar dimana demo pelajar sering terjadi. apalagi kalau di UIN. byuh, alamat macet!!
demo njelehi...aku memutar lewat KFC.
di pertigaan yang kalau ke kiri ke UNY, kulihat ada dua cewek yang mengendarai matik hijau tampak sedang membagikan bungkusan pada para pengemis di sekitar situ. Tindakan mulia, mbak. di Kediri pun aku blom pernah lihat hal seperti itu. Namun, disini sudah ada perda untuk tidak memberikan uang/apapun pada para peminta-minta/gepeng di perempatan lampu merah. dan sepertinya pos polisi yang tepat di sunduk sate situ hanya sebagai pajangan.
di Kediri? kalian boleh sepuasnya, mbak. kalau perlu, saya bantu deh ;-P
No comments:
Post a Comment