seharusnya menjadi hari yang biasa. rutinitas di akhir bulan. namun sejak sore kemarin, meski berita-berita di media massa, hari ini dipastikan "ramai".
pagi hari, sudah terdengar kasak-kusuk. "Nanti koordinasi dengan bem", "Langsung aja berangkat, kumpul di depan uni!", dll. apalagi saat lewat di daerah kost dekat uny. Jam tujuh yang biasanya masih lengang, kali ini tampak mahasiswa-mahasiswa yang "rajin" mendadak. Udah siap dengan almamaternya. Tampak spanduk-spanduk yang masih tergulung. Untuk inikah kalian pamit pada orang tua kalian untuk menimba ilmu? Demi pengharapan orang tua yang selalu mendoakan supaya putra-putrinya giat belajar di kampus? Supaya kelak mereka bisa menaikkan derajat keluarga mereka?
Aku berlalu dari semua pemandangan itu. Yang jelas, untuk pergi ke godean saja aku harus mengambil jalan memutar. Dua kali malah. SPBU yang relatif aman pun -untungnya- kudapati sebelum motorku mogok di tengah perjalanan.
Pun saat harus melewati satu-satunya jalan namun banyak berkerumun massa, kemungkinan terburuk....aku pulang jalan kaki. Bus trans tidak dapat diharapkan karena rutenya sudah banyak keblokir pastinya. Mending lelah kaki daripada lelah otak.
ba'da Isya'...
kupastikan untuk merehatkan seluruh badanku.
DIA memang benar-benar menguji bangsa ini.
Sama seperti saat aku melihat bintang-bintang yang bersinar di langit malam ini.
Apakah kamu juga sedang melihat bintang di langit saat ini, Li?
seandainya bisa ngobrol denganmu, kan kutunjukkan bintang yang paling terang di sebelah selatan.
Namun kuakui, mereka masih kalah terang dengan binar indah matamu.
[met malem...]
No comments:
Post a Comment