Pages

Monday, October 3, 2011

adding colour to my life

“iya, maaf.”
Tak cukup sekali, sengaja terkirim dua kali sepertinya. Awalnya, hanya ada dua kemungkinan. Seperti yang kuharapkan, atau sebaliknya.
Terkirim dua kali, seolah-olah memperbesar peluang untuk kemungkinan terakhir. Aku merutuk. Kenapa egoisme mudah sekali datang. *dammit*


Sementara para karyawan sudah mulai berdatangan, pantatku yang selalu setia kalau mendapat tempat empuk, tetap tak kuasa beranjak. Kupikir jam segini, dia akan berontak untuk pergi ke toilet. Namun, tampaknya dia kalah suara dengan otak dan mata. Yang pertama, merasa sudah cukup lelah. Sementara yang kedua, sudah siap-siap dengan hak vetonya…recalling temper subdivision. Taruhlah kalau cuma mata saja, bagian emosi mungkin akan pikir-pikir dulu. Namun kali ini keadaannya lain, mereka sudah bersiap-siap keluar mengingat otak juga sudah memberi lampu hijau.
Pun gigi juga mulai jegeg. Pelan tapi pasti menabuh genderang perang. Dan gaungnya lumayan terasa. Nuttt…nuttt….nuuuutttt.
Aku tersenyum getir. Kucoba merem,…sama saja. Opened eyes will bring pangs of theirselves, while closed one will brings wardrum-beat forward.

Dan semua itu buyar -alias ora sido kedadeyan- tatkala Goddess of Athen muncul. Lumayan surprised juga, karena kalkulasiku meleset. Banget.
Kali ini jangan membayangkan sang dewi dengan war outfit’nya. Ga nyambung ntar. Setelan hijau sudah lebih dari cukup bagi mata yang lugu untuk memutar iktikadnya seratus delapan puluh derajat.

Suasana sekitar yang memang dari sononya menjadi tempat suram, duka, wearied…pupus. Dan seolah tak selesai dengan first impression in the morning, aroma semerbak di tengah sodoran sebotol teh hangat….benar-benar adding colour to people’s….eh, my life ding. :-P

No comments:

Post a Comment