Pages

Tuesday, September 27, 2011

Tepat 14:14

Bisa jadi "mimpi" adalah kata yang tepat. Mimpi adalah bunga tidur. PR bagi orang-orang yang serius mengkaji tentang apa sebenarnya mimpi itu. Sudah puluhan tayangan/talkshow membahas mimpi dari berbagai sudut pandang. Yang kuingat cuma satu, -ini sudah lama sekali- waktu itu seorang paranormal yang cukup terkenal di republik ini -bahkan notabene jadi anggota boyband latah (meski sebenarnya kurang pantas kalau disebut "boyband"), "dipertemukan" untuk memberikan pendapatnya mengenai apa sebenarnya mimpi itu. Lawan debatnya saat itu adalah seorang pengamat atau peneliti lah, ato apalah...orang intelek, yang punya latar belakang universitas ternama.


Cukup menarik karena si paranormal kondang terlihat gelagapan karena penjelasan yang dia utarakan malah jadi bumerang bagi dirinya sendiri, sedangkan si tokoh intelek, mampu berkelit dengan memberikan rasionalitas. Bah! Mimpi kok pake rasio.

Sudah jelas, mimpi bagiku adalah hal yang cuma ada di angan-angan. Kalaupun kita mampu meraihnya, hal itu sudah bertransformasi menjadi apa yang kita sebut "kenyataan" (tahu istilah dream come true, kan?)


Oke, cukup intro-nya. Back to topic.
Kuanggap "mimpi" karena apa yang kualami sudah lebih dari cukup untuk membuatku menjadi seseorang yang benar-benar dibutuhkan. A person in real need.
What if it didn't look like so? Maksudnya, kamu merasa begitu, padahal orang yang kamu maksudkan tidak merasa demikian sama sekali.

Kali ini tidak perlu ada rencana-rencana untuk kemungkinan yang terburuk. Cukup do'a dan harapan untuk yang terbaiklah, yang menjadi satu-satunya upaya. What does plan against dream for?

Mimpi yang menyapaku semalam, could be a real sweetest dream I'm longing for (meski seringnya "Colek"an dulu yang bicara). Thanks, God. You always listen to my pray.

Selasa, dua puluh tujuh september dua ribu sebelas. Tepat 14:14 waktu Indonesia bagian barat. Kusandarkan tubuhku di bawah jendela kamar seraya menikmati semilir angin yang berhembus....'tuk membawa mimpiku pergi.

No comments:

Post a Comment